Memulihkan Kram Otot Dengan Teknologi Canggih

Memulihkan Kram Otot Dengan Teknologi Canggih

Memulihkan Kram Otot Dengan Teknologi Canggih

Dengan teknologi canggih, kram otot kronis yang dialami pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting saat berlaga pada pertandingan beregu bulu tangkis Asian Games 2018 pada Selasa (22/8) bisa cepat dipulihkan. 

Di dalam dunia alat kesehatan, terdapat alat terapi fisik bernama Targeted Radiofrequency Therapy (TRT). Alat tersebut mengeluarkan gelombang radiofrekuensi yang memiliki dua efek biologis.

Efek thermal-nya dapat digunakan untuk otot yang mengalami ketegangan, regenerasi. ataupun kerobekan. 

Sedangkan, efek non-thermal dapat digunakan pada kasus akut seperti bengkak, dan mengurangi sisa sisa metabolisme yang menumpuk di dalam otot. 

Alat TRT ini tepat bila digunakan kepada atlet yang mengalami masalah pada otot maupun tendon. 

"Ya seperti yang dialami Anthony waktu melawan Shi Yuqi itu loh," kata Direktur Utama PT Bold Technologies Leading (BTL) Indonesia Yosua Agus Widodo.

Yosua menerangkan, peralatan TRT adalah salah satu dari beberapa alat yang diperkenalkan BTL dalam mendukung perhelatan Asian Games 2018 Jakarta Palembang yang berlangsung pada 18 Agustus 2018 sampai dengan 2 September 2018.

Selain TRT, ada juga alat Super Inductive System (SIS) yang mengeluarkan gelombang elektromagnetik intensitas tinggi. SIS memiliki beragam fungsi sebagai analgesik untuk gangguan kronik maupun akut. 

Alat ini juga bisa juga digunakan untuk mobilisasi sendi, penurunan bengkak, dan memberikan relaksasi pada otot yang mengalami tegang (spasme).

Kemudian, ada alat bernama High Intensity Laser (HIL) yang biasanya digunakan untuk mengatasi kasus peradangan akut dengan pergelangan kaki terkilir atau keseleo. 

Tujuan dari penggunaan HIL sebagai analgesik, anti-peradangan, dan anti-bengkak serta sebagai biostimulasi yang dapat mempercepat proses penyembuhan.

Alat terapi fisik berikutnya adalah Shockwave Therapy (SWT). Terapi menggunakan SWT memberikan efek yang sangat cepat yaitu pada penurunan nyeri serta relaksasi pada otot. 

Alat terapi fisik BTL, kata Yosua, tersedia di Wisma Atlet Kemayoran untuk melayani semua atlet yang membutuhkan dari berbagai kontingen negara. 

Alat ini juga tersedia di beberapa arena olah raga khusus untuk melayani tim Indonesia, sebagaimana informasi keterangan resmi hari ini. Dukungan BTL Indonesia ini akan terus berlanjut untuk perhelatan Asian Paralimpic Games 2018 pada Oktober mendatang.

Memulihkan Kram Otot Dengan Teknologi Canggih

Dengan teknologi canggih, kram otot kronis yang dialami pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting saat berlaga pada pertandingan beregu bulu tangkis Asian Games 2018 pada Selasa (22/8) bisa cepat dipulihkan. 

Di dalam dunia alat kesehatan, terdapat alat terapi fisik bernama Targeted Radiofrequency Therapy (TRT). Alat tersebut mengeluarkan gelombang radiofrekuensi yang memiliki dua efek biologis.

Efek thermal-nya dapat digunakan untuk otot yang mengalami ketegangan, regenerasi. ataupun kerobekan. 

Sedangkan, efek non-thermal dapat digunakan pada kasus akut seperti bengkak, dan mengurangi sisa sisa metabolisme yang menumpuk di dalam otot. 

Alat TRT ini tepat bila digunakan kepada atlet yang mengalami masalah pada otot maupun tendon. 

"Ya seperti yang dialami Anthony waktu melawan Shi Yuqi itu loh," kata Direktur Utama PT Bold Technologies Leading (BTL) Indonesia Yosua Agus Widodo.

Yosua menerangkan, peralatan TRT adalah salah satu dari beberapa alat yang diperkenalkan BTL dalam mendukung perhelatan Asian Games 2018 Jakarta Palembang yang berlangsung pada 18 Agustus 2018 sampai dengan 2 September 2018.

Selain TRT, ada juga alat Super Inductive System (SIS) yang mengeluarkan gelombang elektromagnetik intensitas tinggi. SIS memiliki beragam fungsi sebagai analgesik untuk gangguan kronik maupun akut. 

Alat ini juga bisa juga digunakan untuk mobilisasi sendi, penurunan bengkak, dan memberikan relaksasi pada otot yang mengalami tegang (spasme).

Kemudian, ada alat bernama High Intensity Laser (HIL) yang biasanya digunakan untuk mengatasi kasus peradangan akut dengan pergelangan kaki terkilir atau keseleo. 

Tujuan dari penggunaan HIL sebagai analgesik, anti-peradangan, dan anti-bengkak serta sebagai biostimulasi yang dapat mempercepat proses penyembuhan.

Alat terapi fisik berikutnya adalah Shockwave Therapy (SWT). Terapi menggunakan SWT memberikan efek yang sangat cepat yaitu pada penurunan nyeri serta relaksasi pada otot. 

Alat terapi fisik BTL, kata Yosua, tersedia di Wisma Atlet Kemayoran untuk melayani semua atlet yang membutuhkan dari berbagai kontingen negara. 

Alat ini juga tersedia di beberapa arena olah raga khusus untuk melayani tim Indonesia, sebagaimana informasi keterangan resmi hari ini. Dukungan BTL Indonesia ini akan terus berlanjut untuk perhelatan Asian Paralimpic Games 2018 pada Oktober mendatang.


Bagikan ke teman-teman melalui:
Share Tweet Google+


Desain

Divisi Desain


Jaringan

Divisi Jaringan


linux

Divisi linux


Program

Divisi Program

ketupat lebaran

Terimakasih sudah berkunjung di Situs Kami

iPtek.or.id

  • Setelah malam pasti terbit fajar, Sambutlah indahnya jangan terlewatkan.. Bekerjalah yang giat jangan malas belajar, Karena setiap pekerjaan terkadang membosankan..

  • Rapi dan sopan pasti terlihat menawan, Teruslah belajar melatih mental.. Ingatlah wahai kawan-kawan, Bekerjalah yang jujur agar dapat yang halal..